Sabtu, 18 Desember 2010

Share note facebook-ku

Nodi Herhana

..Tubuhku terkoyak setelah kumendengar teriakan teman sekelasku yang kemarin tewas terlindas bus di depan sekolahku. Aku merasa merinding mendengarnya, suara yang tak lain adalah suara Rizki. Aku mencoba untuk menghilangkan rasa merindingku dengan menghibur diriku sendiri dengan bermain HP, berharap aku tak akan lagi mendengarnya lagi dan menganggapnya hanya imajinasiku saja. Namun sial, HP ku yang tadi pagi sudah aku charge penuh batrenya sekarang malah mati, aku lupa kalau sebelumnya sewaktu pelajaran kosong tadi siang, aku gunakan HP ku untuk memutarkan lagu – lagu kesayanganku bersama teman –teman. Kini aku tak punya pilihan lain selain berlari dari tempat ini, tempat yang penuh dengan rasa merinding bagiku. Kucoba membalikkan badanku dan mencoba berlari menjauhi WC sekolah yang kini aku pijak, namun ketika aku membalikkan badan tampaklah seraut wajah yang menurutku sudah terbiasa aku lihat, wajahnya terlihat sangat pucat dan matanya menangis, dan tak lain lagi itu adalah wajah Rizki. Seketika aku merinding dibuatnya, tubuhku lemas tak karuan. Aku mencoba berpikir cepat apa yang harus aku lakukan sekarang. Tanpa pikir panjang aku pun berteriak ketakutan dan mencoba berlari meninggalkan tempat ini sejauh mungkin, namun aku merasa tanganku serasa ditarik olehnya. Aku semakin panik dalam keadaan ini, tanpa sengaja reflekku bekerja dan aku memukulkan tas ku yang berisi banyak buku kepadanya, “buuk!!!”. Terlepaslah tanganku darinya dan aku pun bisa bebas darinya, namun hal aneh terjadi lagi, kakiku serasa berat sekali. Aku tak bisa berlari pada saat itu, sungguh aku hanya bisa pasrah pada saat itu berharap ada pertolongan. Aku mendengar rintihan kata minta tolong dari anak yang menyerupai Rizki tadi dan aku semakin takut…
Tiba – tiba saja penjaga sekolahku, pak joko langsung menarikku dan aku pun terselamatkan. Aku sangat lemas sekali pada saat itu. Ketika sadar aku sudah dikerumuni teman – temanku di UKS sekolah karena UKS sekolah belum tutup dan teman – temanku juga sedang duduk – duduk disitu. Teman – temanku menatapku dengan tatapan yang berbeda, aku kembali merinding melihat mereka semua. Ku lihat raut wajah Agus, Fajar, Syafril dan Toro yang tak seperti biasa, wajah mereka pucat seperti wajah anak yang menyerupai Rizki yang kulihat di WC tadi. Aku mencoba mengalihkan pandanganku kepada pak Joko yang aku anggap tidak menyeramkan, namun kali ini aku tak melihat pak Joko. Padahal sesaat sebelumnya aku melihatnya persis di sampingku..
Aku semakin takut, suasana sepi pada saat itu menambah seram suasana di ruangan yang sempit itu, tak ada suara apapun, kelam. Tiba – tiba saja aku mendengar suara ketukan pintu belakang UKS, aku juga mendengar suara salam. Aku menoleh ke belakang dengan rasa penasaran, dan ternyata itu adalah yeyen. Kulihat dia membawa segelas teh manis hangat untukku sambil menggendong tas sekolahnya yang berwarna merah itu, tak ada yang mencurigakan dari raut wajahnya. Aku kembali membalikkan badanku untuk melihat Fajar, Syafril, Agus dan Toro. Namun aku kembali merasa aneh, aku kaget karena mereka semua sudah tidak ada, padahal aku yakin kalau aku melihat mereka tadi. “Kamu lagi ngapain si, Nod? Kok kayanya takut banget? Aneh lu..” yeyen bertanya kepadaku, aku tak berkata sepatah kata pun kepadanya karena kalau aku menceritakan semuanya kepadanya sungguh percuma, karena dia tidak begitu percaya dengan setan. “Nih, tehnya mumpung masih anget diminum dulu. Aku baik kan? Haha..” celotehnya dengan sedikit menyombongkan diri sambil meletakan segelas teh hangat yang dibawanya tadi. Aku hanya bisa sedikit tersenyum melihat kelakuan itu. “Kemana pak Joko?” langsung saja kutanyai dia. “Pak Joko udah pulang dari tadi kale..” jawabnya dengan nada yang sedikit meledek. Tak sempat aku berterimakasih kepadanya. “Trus, Agus, Syafril, Fajar dan Toro kemana?” tanyaku lagi. “Lo ngimpi apa, Nod? Mereka kan lagi pergi ngrental band.” Jawabnya lagi. Aku bingung, dan aku baru sadar kalau mereka memang sedang ngrental band karena sebelumnya aku juga diajak tapi aku menolaknya dengan alasan dana. Tak terasa bulu kudukku merinding seketika, otakku serasa berhenti berotasi, dingin dan kelam. Jantungku juga seolah berhenti berdetak, dentum jarum jam di dinding UKS juga seolah berhenti menambah suasana semakin aneh. “Ayo , Yen kita pergi dari sini!!!” teriakku sambil menarik tangan Yeyen keras-keras. Teh manis hangat yang sebelumnya Yeyen bawakan tak sempat aku minum, kubiarkan terdiam di meja UKS. Yeyen bingung ketika aku tiba – tiba berkata seperti itu dan menariknya keluar ruangan sialan itu, tetapi akhirnya dia juga menuruti kata-kataku. Aku dan yeyen berlari bergegas meninggalkan UKS sialan itu.. tak perduli apa yang akan terjadi nanti. “Kita harus pulang, Yen!!! Aku mau pulang!!!!!..” teriakku sambil berlari, yeyen yang pada waktu itu bingung, akhirnya menuruti juga perkataanku, dia juga ikut lari menyusulku. Langsung saja aku menuju parkiran sepeda motor sekolah, “Langsung pulang ke rumahmu, Yen!” perintahku sambil menancapkan kontak motorku. Yeyen langsung berlari menuju pintu gerbang sekolah, dia tidak membawa motor karena rumahnya sangatlah dekat dengan sekolah, hanya sekitar 100 meter. Kustater motorku dan langsung aku pacu kendaraanku secepat mungkin meninggalkan sekolah…
…Pagi harinya sewaktu aku sampai di kelas, aku dan Yeyen dikejutkan dengan kabar buruk yang diberitakan Trisna, Amung dan Deni. Tubuhku lemas ketika Trisna mengatakan kalau kemarin sekitar sepulang sekolah, Agus, Toro, Syafril dan Fajar mengalami kecelakaan tragis, kecelakaan yang mirip seperti kecelakaan Rizki sebelumnya namun kali ini terkesan lebih parah karena diakibatkan oleh sebuah truk pengangkut LPG seberat 1500 kg. –TAMAT-
Nb: cerita ini hanyalah bualan belaka, jadi gak usah gitu napa? Hehe.. fiksi ini aku buat karena hobi nulis (iseng – iseng gak jelas). wkwkwkwk :)
@nodi, yeyen “Congrats ya! Kalian selamat.. wkwkwkw :)”
@trisna, deni, amung “Terimakasih sudah ikut berpartisipasi.. wkwkwkw”
@rizki, fajar, toro, syafril “Sorry sob! Sad ending, hiks (- -‘)”

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Site Info

Ini adalah blog biasa yang saya buat karena saya (agak) hobi menulis :). Maaf, apabila blognya kurang menarik dari segi tampilan maupun isinya. Salam

Coretanku.. Copyright © 2011 This site is redesigned by Agus Widiyanto